Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Cara Membersihkan Trotel Body Yamaha NMAX

Gambar
Hallo kawan Rider bagaimana nih tutorial yang telah saya bahas tentang Cara Mengatasi motor Yamaha Nmax Hilang Tenaga pasti cukup membantu para Rider untuk menambah wawasan ilmu kan tambah lagi untuk menghemat uang dimasa pandemi ini hehe Kali ini saya akan membahas tentang cara membuka Trotel Body Yamaha Nmax, Langsung saja kita meluncur ketopik pembahasanya pertama-tama yang Rider harus lakukan adalah menyiapkan konci konci untuk membungkar motornya konci yang perlu Rider siapkan adalah sebagai berikut -KONCI YANG HARUS DISIAPKAN Konci T/Palang 8 konci L (Bukan Yang L bintang !) Obeng (Screw Driver) Konci Ring Pas Ukuran 8-10-12-14-16-17 -Alat yang diperlukan untuk membersihkan Trotel Body Carbon Cleaner yang Spray Kuas/Sikat Gigi bekas Kompresor/Pompa Konvesional(gesut) Kain Bersih Langkah Langkah Pembongkaran yang harus dilakukan Lepas Behel Nmax(pegangan belakang motor),lepas dengan konci ring ya agar baut tidak rusak     2.Selanjutnya adalah Lepas jok motor Nmax setelah jok mo

Tips Melakukan Macam Macam Pemijahan Ikan

Gambar
Pemijahan Alami. a. Ukuran bak induk 30-100 ton dengan kedalaman 1,5-3,0 meter berbentuk bulat dilengkapi aerasi kuat menggunakan “diffuser” sampai dasar bak serta ditutup dengan jaring. b. Pergantian air minimal 150 % setiap hari. c. Kepadatan tidak lebih dari satu induk per 2-4 m3 air. d. Pemijahan umumnya pada malam hari. Induk jantan mengeluarkan sperma dan induk betina mengeluarkan telur sehingga fertilisasi terjadi secara eksternal. Pemijahan Buatan. a. Pemijahan buatan dilakukan melalui rangsangan hormonal. Hormon berbentuk cair diberikan pada saat induk jantan dan betina sudah matang gonad sedang hormon berbentuk padat diberikan setiap bulan (implantasi). b. Induk bandeng akan memijah setelah 2-15 kali implantasi tergantung dari tingkat kematangan gonad. Hormonyang digunakan untuk implantasi biasanya LHRH –a dan 17 alpha methyltestoterone pada dosis masingmasing 100-200 mikron per ekor induk (> 4 Kg beratnya). c. Pemijahan induk betina yang mengandung

TEKNIK PEMELIHARAN IKAN BANDENG

Gambar
1) Persiapan Opersional. a. Sarana yang digunakan memenuhi persyaratan higienis, siap dipakai dan bebas cemaran. Bak-bak sebelum digunakan dibersihkan atau dicuci dengan sabun detergen dan disikat lalu dikeringkan 2-3 hari. Pembersihan bak dapat juga dilakukan dengan cara membasuh bagian dalam bak kain yang dicelupkan ke dalam chlorine 150 ppm (150 mil larutan chlorine 10% dalam 1 m3 air) dan didiamkan selama 1~2 jam dan dinetralisir dengan larutan Natrium thiosulfat dengan dosis 40 ppm atau desinfektan lain yi formalin 50 ppm. Menyiapkan suku cadang seperti pompa, genset dan blower untuk mengantisipasi kerusakan pada saat proses produksi. b. Menyiapkan bahan makanan induk dan larva pupuk fytoplankton, bahan kimia yang tersedia cukup sesuai jumlah dan persyaratan mutu untuk tiap tahap pembenihan. c. Menyiapkan tenaga pembenihan yang terampil, disiplin dan berpengalaman dan mampu menguasai bidang kerjanya. 2) Pengadaan Induk. a. Umur induk antara 4~5 tahun yang

TIPS PEMBENIHAN IKAN BANDENG

Gambar
Benih bandeng (nener) merupakan salah satu sarana produksi yang utama dalam usaha budidaya bandeng di tambak. Perkembangan Teknologi budidaya bandeng di tambakdirasakan sangat lambat dibandingkan dengan usaha budidaya udang. Faktor ketersediaan benih merupakan salah satu kendala dalam menigkatkan teknologi budidaya bandeng. Selama ini produksi nener alam belum mampu untuk mencukupi kebutuhan budidaya bandeng yang terus berkembang, oleh karena itu peranan usaha pembenihan bandeng dalam upaya untuk mengatasi masalah kekurangan nener tersebut menjadi sangat penting. Tanpa mengabaikan arti penting dalam pelestarian alam, pengembangan wilayah, penyediian dukungan terhadap pembangunan perikanan khususnya dan pembangunan nasional umumnya, kegiatan pembenihan bandeng di hatchery harus diarahkan untuk tidak menjadi penyaing bagi kegiatan penangkapan nener di alam. Diharapkan produksi benih nener di hatchery diarahkan untuk mengimbangi selisih antara permintaan yang terus menin

CARA BUDIDAYA TERNAK KELINCI

Gambar
SEJARAH SINGKAT Ternak ini semula hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di daerah dengan populasi penduduk relatif tinggi, Adanya penyebaran kelinci juga menimbulkan sebutan yang berbeda, di Eropa disebut rabbit, Indonesia disebut kelinci, Jawa disebut trewelu dan sebagainya. SENTRA PERIKANAN Di Indonesia masih terbatas daerah tertentu dan belum menjadi sentra produksi/dengan kata lain pemeliharaan masih tradisional. JENIS Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut : Ordo : Lagomorpha Famili : Leporidae Sub famili : Leporine Genus : Lepus, Orictolagus Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp. Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, A

TIPS MENGATASI HAMA DAN PENYAKIT AYAM PETERNAK

Gambar
Penyakit 1) Berak darah (Coccidiosis) Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox. 2) Tetelo (NCD/New Casstle Diseae ) Gejala: ayam sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum a

Cara Pembibitan Ayam Pedaging

Gambar
Ternak yang dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a) ternak sehat dan tidak cacat pada fisiknya b) pertumbuhan dan perkembangannya normal c) ternak berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya. d) tidak ada lekatan tinja di duburnya. 1) Pemilihan Bibit dan Calon Induk Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken)/ayam umur sehari: a. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat. b. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya . c. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya. d. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik. e. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram. f. Tidak ada letakan tinja diduburnya. Perawatan Bibit dan Calon Induk Dilakukan setiap saat, bila ada gejala kelainan pada ternak supaya segera diberi perhatian secara khusus dan diberikan pengobatan sesuai petunjuk Dinas Peternakan setempat atau dokter hewan yang bertugas di daerah yang bersangkutan. Pemeliharaan 1) Pemberian

BUDIDAYA AYAM RAS PEDAGING

Gambar
SEJARAH SINGKAT Ayam ras pedaging disebut juga broiler, yang merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Sebenarnya ayam broiler ini baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an dimana pemegang kekuasaan mencanangkan panggalakan konsumsi daging ruminansia yang pada saat itu semakin sulit keberadaannya. Hingga kini ayam broiler telah dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihannya. Hanya 5-6 minggu sudah bisa dipanen. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah Indonesia.  SENTRA PERIKANAN Ayam telah dikembangkan sangat pesat disetiap negara. Di Indonesia usaha ternak ayam pedaging juga sudah dijumpai hampir disetiap propinsi JENIS Dengan berbagai macam strain ayam ras pedaging yang telah beredar dipasaran, peternak tidak perlu risau dalam mene

BUDIDAYA IKAN LELE ( Clarias )

Gambar
Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan kulit licin. Di Indonesia ikan lele mempunyai beberapa nama daerah, antara lain: ikan kalang (Padang), ikan maut (Gayo, Aceh), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makasar), ikan cepi (Bugis), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah). Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), ikan keli (Malaysia), gura magura (Srilangka), ca tre trang (Jepang). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Ikan lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan. SENTRA PERIKANAN Ikan lele banyak ditemukan di benua Afrika dan Asia. Di

BUDIDAYA IKAN GURAME (Osphronemus gouramy)

Gambar
Gurame merupakan ikan yang memiliki pertumbuhan agak lambat namun harganya relatif meningkat setiap saat. Untuk DKI Jakarta, jenis ikan ini cocok karena tidak memerlukan air yang mengalir. Untuk memberi petunjuk bagi masyarakat yang berminat di bawah ini diuraikan tata cara budidayanya. JENIS -Jenis ikan gurame yang dikenal masyarakat berdasarkan bentuknya ada 2 (dua) yaitu: 1) Gurame angsa (soang) : badan relatif panjang, sisik relatif lebar. Ukuran yang bisa dicapainya berat 8 kg, panjang 65 cm. 2) Gurame Jepang : badan relatif pendek dan sisik lebih kecil. Ukuran yang dicapai hanya 45 cm dengan berat kurang dari 4,5 kg. Jika dilihat dari warnanya terdapat gurame hitam, putih dan belang. MEMILIH INDUK -Induk yang dipakai sebaiknya mencapai umur 3 tahun. Untuk membedakan induk jantan dan betina bisa dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut: 1) Induk betina Ikan betina mempunyai dasar sirip dada yang gelap atau berwarna kehitaman, warna dagu ikan betina keputih-put

Tips Pemeliharaan Pembesaran Ikan Belut

Gambar
1) Pemupukan Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama. 2) Pemberian Pakan Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali. 3) Pemberian Vaksinasi Pemberian vaksin adalah suatu hal yang wajib agar belut tidak terkena hama atau wabah penyakit 4) Pemeliharaan Kolam dan Tambak Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun. HAMA DAN PENYAKIT - Hama 1) Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut. 2) Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air dan ikan gabus. 3) Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing.  Pemelihara

BUDIDAYA IKAN BELUT ( Synbranchus )

Gambar
1. SEJARAH SINGKAT Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor. 2. SENTRA PERIKANAN Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong, Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan. 3. JENIS Klasifikasi belut adalah sebagai berikut: Kelas : Pisces Subkelas : Teleostei Ordo : Synbranchoidae Famili : Synbranchidae Genus : Synbranchus Species : Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa); Mo

SEJARAH TANAMAN ANGGUR ( Vitis )

Gambar
1. SEJARAH SINGKAT Anggur merupakan tanaman buah berupa perrdu yang merambat. Anggur berasal dari Armenia, tetapi budidaya anggur sudah dikembangkan di Timur Tengah sejak 4000 SM. Sedangkan teknologi pengolahan anggur menjadi wine pertama kali dikembangkan orang Mesir pada 2500 SM. Dari Mesir budidaya dan teknologi pengolahan anggur masuk ke Yunani dan menyebar ke daerah Laut Hitam sampai Spanyol, Jerman, Prancis dan Austria. Sejalan dengan perjalanan Columbus anggur dari asalnya ini mulai menyebar ke Mexico, Amerika Selatan, Afrika selatan, Asia termasuk Indonesia dan Australia. Penyebaran ini juga menjadikan Anggur punya beberapa sebutan seperti Grape di Eropa dan Amerika, orang China menyebut Pu tao dan di Indonesia disebut anggur. 2. JENIS TANAMAN Anggur termasuk tanaman marga Vitis. Tidak semua jenis dari marga ini dapat dimakan, yang bisa dimakan hanya dua jenis yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Tanaman anggur jenis Vitis vinifera mempunyai ciri: a) Kulit tipis,

STANDAR PRODUKSI BUAH ALPUKAT

Gambar
. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu, cara pengujian mutu, cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. Diskripsi Alpukat adaalah buah tanaman apaokat (Persea Americana MILL) dalam keadaan cukup tua, utuh, segar dan bersih. Klasifikasi dan Standar Mutu Alpokat digolongkan dalam 3 macam ukuran berdasarkan berat, yaitu: a) Alpokat besar : 451-550 gram/buah b) Alpokat sedang : 351-450 gram/buah c) Alpokat kecil : 250-350 gram/buah Sedangkan syarat mutu adalah sebagai berikut: a) Kesamaan sifat varietas: mutu I seragam; mutu II seragam; cara pengujian organoleptik b) Tingkat ketuaan: mutu I tua tapi tidak terlalu matang; mutu II tua tapi tidak terlalu matang; cara pengijian organoleptik c) Bentuk: mutu I normal; mutu II kurang normal; cara pengujian organoleptik d) Kekerasan: mutu I keras; mutu II keras; cara pengujian Organoleptik e) Ukuran: mutu I seragam; mutu II kurang seragam; cara pengujian SP-SMP-309- 1981 f) Kerusakan (bobot/bobot): m

ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN ALPUKAT

Gambar
Perkiraan analisis budidaya tanaman alpukat dengan luas lahan 1 hektar selama 10 tahun di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. 1) Biaya produksi 1. Bibit okulasi: 121 batang @ Rp.10.000,- Rp. 1.210.000,- 2. Pupuk - Pupuk kandang 3 ton@ Rp. 150.000,-/ton Rp. 450.000,- - Urea Tahun ke-1-4, 1.936 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 2.904.000,- Tahun ke-5-10, 9.801 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 14.701.500,-\ - TSP Tahun ke-1-4, 1.936 kg @ Rp. 1.600,- Rp. 3.097.600,- Tahun ke-5-10, 9.317 kg @ Rp.1.600,- Rp. 14.907.200,- - KCl Tahun ke-1-4, 1.694 kg @ Rp. 1.650,- Rp. 2.795.100,- Tahun ke-5-10, 11.616 kg @ Rp. 1.650,- Rp. 19.166.400,- 4. Pestisida dan fungisida Rp. 240.000,- 5. Peralatan  - Cangkul Rp. 70.000,- - Sprayer Rp. 250.000,- 6. Tenaga kerja - Pembajakan lahan dan pupuk dasar (borongan) Rp. 400.000,- - Penyiraman 15 HOK @ Rp. 7.000,- Rp. 105.000,- - Pemangkasan 4 HOK @ Rp. 7.000,- Rp. 28.000,- - Pembuatan lubang tanam 15 HOK @ Rp. 7.000,- Rp. 105.000,- - Penanaman 7 HOK @ RP. 7.000,-

Tips Mengatasi Hama pada Buah

Gambar
1) Lalat buah Dacus (Dacus dorsalis Hend.) Ciri: Ukuran tubuh 6 - 8 mm dengan bentangan sayap 5 - 7 mm. Bagian dada berwarna coklat tua bercak kuning/putih dan bagian perut coklat muda dengan pita coklat tua. Stadium larva berwarna putih pada saat masih muda dan kekuningan setelah dewasa, panjang tubuhnya 1 cm. Gejala: Terlihat bintik hitam/bejolan pada permukaan buah, yang merupakan tusukan hama sekaligus tempat untuk meletakkan telur. Bagian dalam buah berlubang dan busuk karena dimakan larva. Pengendalian: Dengan umpan minyak citronella/umpan protein malation akan mematikan lalat yang memakannya. Penyemprotan insektisida dapat dilakukan antara lain dengan Hostathion 40 EC yang berbahan aktif triazofos dosis 2 cc/liter dan tindakan yang paling baik adalah memusnahkan semua buah yang terserang atau membalik tanah agar larva terkena sinar matahari dan mati. 2) Codot (Cynopterus sp) Ciri: Tubuh seperti kelelawar tetapi ukurannya lebih kecil menyerang buahbuahan pada malam ha

Negara-negara Penghasil Alpukat

Gambar
Negara-negara penghasil alpukat dalam skala besar adalah Amerika (Florida, California, Hawaii), Australia, Cuba, Argentina, dan Afrika Selatan. Dari tahun ke tahun Amerika mempunyai kebun alpukat yang senantiasa meningkat. Di Indonesia, tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan, belum dibudidayakan dalam skala usahatani. Daerah penghasil alpukat adalah Jawa Barat, Jawa Timur, sebagian Sumatera, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara. SYARAT PERTUMBUHAN 1) Angin diperlukan oleh tanaman alpukat, terutama untuk proses penyerbukan .  Namun demikian angin dengan kecepatan 62,4-73,6 km/jam dapat dapat mematahkan ranting dan percabangan tanaman alpukat yang tergolong lunak, rapuh dan mudah patah. 2) Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750-1000 mm/tahun.  Ras Hindia Barat dan persilangannya tumbuh dengan subur pada dataran rendah beriklim tropis dengan curah hujan 2500 mm/tahun. Untuk daerah dengan curah hujan kurang dari kebutuhan minimal (2-6 bulan kering), tanaman a

SEJARAH SINGKAT Tanaman Alpukat

Gambar
ALPUKAT / AVOKAD ( Persea americana Mill / Persea gratissima Gaerth ) 1. SEJARAH SINGKAT Tanaman alpukat merupakan tanaman buah berupa pohon dengan nama alpuket (Jawa Barat), alpokat (Jawa Timur/Jawa Tengah), boah pokat, jamboo pokat (Batak), advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat (Lampung) dan lain-lain. Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara resmi antara tahun 1920- 1930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah dan Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya di daerah dataran tinggi. 2. JENIS TANAMAN  Klasifikasi lengkap tanaman alpukat adalah sebagai berikut:  Divisi : Spermatophyta  Anak divisi : Angiospermae  Kelas : Dicotyledoneae  Bangsa : Ranales  Keluarga : Lauraceae  Marga : Persea  Varietas : Persea americana Mill Berdasarkan sifat ekologis, tanaman alpuk