Cara Membersihkan Trotel Body Yamaha NMAX

Gambar
Hallo kawan Rider bagaimana nih tutorial yang telah saya bahas tentang Cara Mengatasi motor Yamaha Nmax Hilang Tenaga pasti cukup membantu para Rider untuk menambah wawasan ilmu kan tambah lagi untuk menghemat uang dimasa pandemi ini hehe Kali ini saya akan membahas tentang cara membuka Trotel Body Yamaha Nmax, Langsung saja kita meluncur ketopik pembahasanya pertama-tama yang Rider harus lakukan adalah menyiapkan konci konci untuk membungkar motornya konci yang perlu Rider siapkan adalah sebagai berikut -KONCI YANG HARUS DISIAPKAN Konci T/Palang 8 konci L (Bukan Yang L bintang !) Obeng (Screw Driver) Konci Ring Pas Ukuran 8-10-12-14-16-17 -Alat yang diperlukan untuk membersihkan Trotel Body Carbon Cleaner yang Spray Kuas/Sikat Gigi bekas Kompresor/Pompa Konvesional(gesut) Kain Bersih Langkah Langkah Pembongkaran yang harus dilakukan Lepas Behel Nmax(pegangan belakang motor),lepas dengan konci ring ya agar baut tidak rusak     2.Selanjutnya adalah Lepas jok motor Nmax setelah jok mo

TIPS BUDIDAYA TEMULAWAK



SENTRA PENANAMAN
Tanaman ini ditanam secara konvensional dalam skala kecil tanpa
memanfaatkan teknik budidaya yang standard, karena itu sulit menentukan
dimana sentra penanaman temulawak di Indonesia. Hampir di setiap daerah
pedesaan terutama di dataran sedang dan tinggi, dapat ditemukan temulawak
terutama di lahan yang teduh.

SYARAT PERTUMBUHAN
 Iklim
1) Secara alami temulawak tumbuh dengan baik di lahan-lahan yang teduh
dan terlindung dari teriknya sinar matahari. Di habitat alami rumpun
tanaman ini tumbuh subur di bawah naungan pohon bambu atau jati.
Namun demikian temulawak juga dapat dengan mudah ditemukan di
tempat yang terik seperti tanah tegalan. Secara umum tanaman ini
memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai cuaca di daerah
beriklim tropis.
2) Suhu udara yang baik untuk budidaya tanaman ini antara 19-30 oC
3) Tanaman ini memerlukan curah hujan tahunan antara 1.000-4.000
mm/tahun.

Media Tanam
Perakaran temulawak dapat beradaptasi dengan baik pada berbagai jenis
tanah baik tanah berkapur, berpasir, agak berpasir maupun tanah-tanah berat
yang berliat. Namun demikian untuk memproduksi rimpang yang optimal
diperlukan tanah yang subur, gembur dan berdrainase baik. Dengan demikian
pemupukan anorganik dan organik diperlukan untuk memberi unsur hara
yang cukup dan menjaga struktur tanah agar tetap gembur. Tanah yang
mengandung bahan organik diperlukan untuk menjaga agar tanah tidak
mudah tergenang air.

Ketinggian Tempat
Temulawak dapat tumbuh pada ketinggian tempat 5-1.000 m/dpl dengan
ketinggian tempat optimum adalah 750 m/dpl. Kandungan pati tertinggi di
dalam rimpang diperoleh pada tanaman yang ditanam pada ketinggian 240
m/dpl. Temulawak yang ditanam di dataran tinggi menghasilkan rimpang
yang hanya mengandung sedikit minyak atsiri. Tanaman ini lebih cocok
dikembangkan di dataran sedang.

PEDOMAN BUDIDAYA
Pembibitan
Perbanyakan tanaman temulawak dilakukan menggunakan rimpangrimpangnya
baik berupa rimpang induk (rimpang utama) maupun rimpang
anakan (rimpang cabang). Keperluan rimpang induk adalah 1.500-2.000
kg/ha dan rimpang cabang sebanyak 500-700 kg/ha.
1) Persyaratan Bibit
Rimpang untuk bibit diambil dari tanaman tua yang sehat berumur 10 -12
bulan.
2) Penyiapan Bibit
Tanaman induk dibongkar dan bersihkan akar dan tanah yang menempel
pada rimpang. Pisahkan rimpang induk dari rimpang anak.
a. Bibit rimpang induk
Rimpang induk dibelah menjadi empat bagian yang mengandung 2-3
mata tunas dan dijemur selama 3-4 jam selama 4-6 hari berturut-turut.
Setelah itu rimpang dapat langsung ditanam.
b. Bibit rimpang anak
Simpan rimpang anak yang baru diambil di tempat lembab dan gelap
selama 1-2 bulan sampai keluar tunas baru. Penyiapan bibit dapat pula
dilakukan dengan menimbun rimpang di dalam tanah pada tempat
teduh, meyiraminya dengan air bersih setiap pagi/sore hari sampai
keluar tunas. Rimpang yang telah bertunas segera dipotong-potong
menjadi potongan yang memiliki 2-3 mata tunas yang siap ditanam.
Bibit yang berasal dari rimpang induk lebih baik daripada rimpang anakan.
Sebaiknya bibit disiapkan sesaat sebelum tanam agar mutu bibit tidak
berkurang akibat penyimpanan.

Teknik Penanaman
1) Penentuan Pola Tanaman
Penanaman dilakukan secara monokultur dan lebih baik dilakukan pada
awal musim hujan kecuali pada daerah yang memiliki pengairan sepanjang
waktu. Fase awal pertumbuhan adalah saat dimana tanaman memerlukan
banyak air.
2) Pembutan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30
x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60
cm.
3) Cara Penanaman
Satu bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan posisi mata tunas
menghadap ke atas. Setelah itu bibit ditimbun dengan tanah sedalam 10
cm.
4) Perioda Tanam
Masa tanam temulawak yaitu pada awal musim hujan untuk masa panen
musim kemarau mendatang. Penanaman pada di awal musim hujan ini
memungkinkan untuk suplai air yang cukup bagi tanaman muda yang
memang sangat membutuhkan air di awal pertumbuhannya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN ALPUKAT

SEJARAH SINGKAT Tanaman Alpukat

Cara Mengatasi Motor Vario Yang Getar Atau Gredeg